Langsung ke konten utama
[PRESS RELEASE]
Kajian Ekonomi Islam KSEI FE UNNES

Alhamdulillah telah terlaksana Grand Opening Kajian Ekonomi Islam yang diadakan oleh departemen Edukasi dan Riset KSEI FE Unnes . KEI kali ini menghadirkan pembicara dari bapak Ubaedul Mustofa .
Berikut notulen dari KEI mengenai konsep dasar ekonomi Islam

Sejarah Ekonomi
Pada Abad ke 17 mulailah muncul teori ekonomi modern dari Adam Smith yang mangatakan manusia diciptakan sebagai homo economicus yang berarti pada dasarnya manusia bekerja tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan namun juga untuk memenuhi kepuasan (maximal utilities) dalam bentuk mencari pendapatan yang tinggi . Dalam teori Adam smith berorientasi pada aliran kapitalis dimana manusia memiliki kebebasan untuk mengusai ekonomi dunia tanpa aturan dari pemerintah . Yang akhirnya dapat menimbulkan strata sosial yaitu kaum borjuis dan marginal. Dimana kesejahteraan hanya dimiliki oleh para pemilik modal (borjuis) . Pada Akhirnya muncul juga teori ekonomi dari karl marx yang memiliki aliran sosialis dimana pemerintah memiliki hak untuk ikut campur dalam perekonomian.

Pada filosofinya , ekonomi dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Ekonomi Islam adalah ilmu yang mengkaji ekonomi berdasarkan Al quran dan hadist.
Dalam ekonomi islam terdapat 2 ruang lingkup yaitu Ibadah dan Khalifah. Maksudnya hakikat penciptaan manusia yaitu untuk beribadah kepada Allah dan sebagai khalifah (Q.S adz-dzariyat : 56)
2. Ekonomi konvensional .
Konvensional yang berarti sesuatu yang  biasa diketahui atau umum
Dalam ekonomi konvensional memiliki 2 ruang lingkup ekonomi yaitu Manusia
dan Materi . Maksudnya ekonomi konvensional dalam menjalankan perekonomian lebih bertujuan untuk mencari keuntungan / kepuasan.

Perbedaan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional
1. ekonomi Islam bertujuan untuk menyempurnakan ibadah
Sedangkan ekonomi konvensional bertujuan untuk mencari keuntungan dan kepuasan
2. Ekonomi islam menganggap manusia sebagai homo islamicus dimana hakikat manusia diciptakan selain untuk beribadah juga sebagai khalifah . Sedangkan ekonomi konvensional menganggap manusia sebagai homo economicus ( dalam teori adam smith) dimana hakikat manusia diciptakan selain untuk mencari kebutuhan namun juga mencari kepuasan.
3. Ekonomi islam berpedoman pada Al - Quran dan As sunnah sedangan ekonomi konvensional berpedoman teori materialis
4. Dalam ekonomi konvensional terdapat aliran kapitalis dan sosialis sedangkan dalam ekonomi Islam memiliki posisi diantara aliran kapitalis dan sosialis.

Nah itu dia hasil kajian kemarin. Jangan lupa datang di KEI selanjutnya yah 🤗🤗 gak ada kamu kurang satu

#EkonomiaRabbaniBisa
#KseiFeUnnes2018
#KseiFeUnnesHEBAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang tidak ada larangan yang menyatakannya. Adapun argumen yang menentang pendekatan ini menyatakan bahwa ini tidak bisa diterapkan pada masyarakat   yang kehidupannya wajib berlandaskan pada wahyu

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan keuangan. Double entry   yang   ditulis   oleh   Pacioli,   telah   lama   dipraktekkan   dalam   pemerintahan Islam. Dari runtutan penjelasan di atas, jelaslah bahwa akuntansi d

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil