Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

RUSH MONEY 2511

(notulensi Islamic Economics Online Talk (IONS) FoSSEI Minggu, 27 November 2016 bersama Dr. Ronald Rulindo*) * Kepala Divisi Syariah dan Riset Manajemen Risiko Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)              Rush money , atau biasa dikenal dengan bank run merupakan kondisi di mana nasabah menarik dana dari bank beramai-ramai sehingga bank tidak sanggup mengembalikan uang nasabah yang disimpan di bank tersebut. Bank run akan menjadi masalah yang berdampak secara global jika terjadi pada beberapa bank pada saat bersamaan. Dampaknya bukan hanya pada sistem perbankan, tetapi juga pada perekonomian nasional.             Sebenarnya, sejarah bank run telah ada sejak berdiri industri perbankan (16 abad yang lalu). Seperti halnya di Belanda  (tahun 1634), Inggris (tahun 1717), Prancis (tahun 1815)  serta Amerika Serikat yang terkenal dengan istilah great depression pada tahun 1929. Penyebab Rush money              Kembali ke fungsi bank, yaitu sebagai financial intermediary.

JIHAD EKONOMOI (1)

Oleh: Anggit Pragusto Sumarsono* Aksi Damai Mengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tanggal 4 November 2016 kemarin yang menurut Amin Rais adalah Parlemen Jalanan terbesar dalam sejarah Indonesia telah membuka mata dunia bahwa umat Islam di Indonesia ternyata masih punya Izzah terhadap agamanya. Aksi Damai yang terkenal dengan sebutan Aksi Damai 411 dan dihadiri oleh jutaan umat muslim dari seluruh penjuru tanah air itu telah membangunkan kita dari tidur panjang selama ini yang melelapkan kita sehingga kita lupa bahwa kondisi umat islam di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Perlu diketahui bahwa tanpa kita sadari ternyata jumlah prosentase umat Islam telah mengalami penurunan dari sebelumnya 95% menjadi 85%, sadarkah kita? Dalam perekonomian lebih memprihatinkan lagi, kita kalah jauh dalam masalah ini. Salah satu indikator yang bisa diukur adalah dari Market Share Perbankan Syariah sampai dengan sekarang baru sebesar 4,86%, sangat kecil sekali kan jika di

Membentuk Pemimpin Ekonom Rabbani melalui Diklat Ekonomi Islam (DEI) 2016

Penyampaian materi DEI (Doc. KSEI 2016) Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Diklat Ekonomi Islam (DEI) 2016. DEI berlangsung selama dua hari pada tanggal 5 dan 6 November 2016 di Gedung C3-115 dan C3-116 pada hari pertama, selanjutnya di lapangan FIS, pelataran C6 dan pelataran samping C7 pada hari kedua. DEI pada tahun ini bertemakan “Membangun Generasi Muda menjadi Pemimpin Ekonom Rabbani untuk Wujudkan Masyarakat Madani” . Menurut ketua panitia, Nora Kania, acara DEI bertujuan untuk memberi pemahaman tentang syumuliyatul islam dan kepemimpinan dalam islam, memberi pemahaman mengenai urgensi dan konsep dasar ekonomi islam dan mengenalkan KSEI dan Fossei ke pesera DEI. Hari pertama, DEI 2016 dimulai pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ekonom Rabbani. Acara selanjutnya yaitu sambutan dari ketua panitia, Nora Kania dan sambutan dari Pembina KSEI FE Unnes, Pak Hasan Mukhibad. Acara dilanjutkan dengan pembe

Angkat "Demak: the Little of Mecca", KSEI FE Unnes Raih Juara III LKTIN di UNS

Surakarta, 06 November 2016 – Salah satu dari tiga (3) tim KSEI FE Unnes yang lolos dalam Final LKTIN 7 th SETiA  (Sharia Economics Triumph Activities)    sukses meraih Juara ke III dari 15 finalis lain dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia. SETiA merupakan agenda yang diselenggarakan oleh Kajian Ekonomi Islam (KEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Kompetisi tersebut digelar pada Kamis-Ahad, 3-6 November 2016. Dalam kompetisi tersebut, 3 tim dari KSEI FE Unnes yang berhasil lolos dari beberapa tahap seleksi sebelumnya, yakni mulai seleksi dari ratusan abstrak, kemudian diambil 80 tim untuk mengirim full paper. Selanjutnya ke 80 pengirim full paper disaring lagi menjadi 15 terbaik, yang lolos ke tahap berikutnya yakni sebagai finalis. Para finalis tersebut berhak mempresentasikan karyanya ke UNS. 15 tim yang terdaftar sebagai finalis berasal dari UGM, UNDIP, UNAIR, UPI, UMY, IPB, UNNES, Politeknik Negeri Jakarta, UNRAM, Universit

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil