Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

OJK: Pasar Modal Syariah Hadapi Banyak Tantangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida meyakini sistem keuangan syariah tumbuh pesat. Pertumbuhan itu cukup besar, meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam rangka meningkatkan peran pasar modal syariah. Ia mengungkapkan berdasarkan global sukuk pada kuartal pertama 2015 yang diterbitkan Bank Negara Malaysia, penerbitan sukuk meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seperti pada 2011 nilai sukuk mencapai 45 miliar dolar AS dan meningkat pada 2014 senilai 118 miliar dolar AS. Sejalan dengan perkembangan pasar modal syariah global, Nurhaida juga melihat perkembangan signifikan di Indonesia. Hal itu nampak sejak 2010 sampai akhir 2014, kapitalisasi produk syariah terus meningkat. "Saham syariah meningkat rata-rata 14,7 persen per tahun, reksadana syariah peningkatannya 21,6 persen per tahun, sukuk koperasi meningkat 4,3 persen, sukuk koperasi ini memang belum terlalu besar,

Ini Perbedaan Perbankan Islam Indonesia dan Iran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski sama-sama mengembangkan perbankan Islam, praktik di Indonesia dan Iran dinilai berbeda. Perbankan Islam di Iran memiliki dukungan penuh pemerintah sementara perbankan Islam di Indonesia digerakkan masyarakat. Direktur Program Pascasarjana STIE Ahmad Dahlan Fathurrahman Djamil menyatakan, sudah memiliki aturan menyeluruh, penerapan perbankan Islam di Iran tinggal top down. Sementara di Indonesia, pemerintah belum punya kekuasaan menetapkan keuangan Islam dari atas ke bawah. ''Tapi dengan perkembangan saat ini, lumayan lah, walau Indonesia bukan negara Islam,'' kata Fathurrhman dalam seminar komparasi perbankan Islam di Indonesia dan Iran di STIE Ahmad Dahlan, Sabtu (10/10). Ideologi kapitalis, kata Fathurrahman, masih inheren dengan Indonesia walau sudah ditekan dengan ekonomi kerakyatan. Perbankan Islam di Indonesia dorongannya dari masyarakat. Bermula dari diskusi keuangan Islam yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), pada

Social Responsibility in Action (SRA) KSEI FE Unnes 2015

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, kali ini admin akan menginformasikan salah satu kegiatan KSEI FE Unnes 2015. Kira-kira apa yaaa? Yuk disimak :) Sharia Economic Moment atau yang disingkat dengan SECMENT merupakan kegiatan terbesar yang dimiliki KSEI FE Unnes. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari tiga acara yaitu SRA (Sharia Responsibility in Action), KGS (KSEI Goes to School), dan TA (Tabligh Akbar). Tahun ini merupakan tahun ke-8 pelaksanaan SECMENT. Alhamdulillah, untuk kegiatan Social Responsibility in Action (SRA) telah dilaksanakan dengan lancar pada Minggu, (11/10). Apa sih SRA ituuu?? Jadiii, SRA merupakan kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh KSEI FE Unnes. Kegiatan ini nggak cuma sekadar pemberian sumbangan/santunan aja loh, tetapi ada juga pemberian motivasi dan perlombaan. Kegiatan SRA kali ini dilaksanakan di Desa Ngijo, tepatnya di Panti Asuhan Riyadlus Sholihin Al Islamy. Macam-macam kegiatann

SISTEM EKONOMI DAN FISKAL PADA MASA PEMERINTAHAN RASULULLAH SAW (2)

C. Keuangan dan Pajak 1. Sumber-sumber Pendapatan Negara Dari Kaum Muslimin Dari Kaum Non-Muslim Umum (Primer dan Sekunder) 1. Zakat 1. Jizyah 1. Ghanimah 2. Ushr (5-10%) 2. Kharaj 2. Fai 3. Ushr (2,5%) 3. Ushr (5%) 3. Uang tebusan 4. Zakat Fitrah 4. Pinjaman dari kaum Muslimin atau non-Muslim 5. Wakaf, yaitu harta benda yang didesikasikan oleh seorang Muslim untuk kepentingan agama Allah dan pendapatannya akan disimpan di Baitul Mal. 5. Hadiah dari pemimpin atau pemerintah negara lain 6. Amwal Fadilah, yakni harta yang berasal dari harta benda kaum Muslimin yang meninggal tanpa ahli waris. 7. Nawaib, yaitu pajak khusus yang dibebankan kepada kaum Muslimin yang kaya raya dalam rangka menutupi pengeluaran negara selama masa darurat. 8. Sedekah lain, misal sedekah hewan q

SISTEM EKONOMI DAN FISKAL PADA MASA PEMERINTAHAN RASULULLAH SAW (1)

A. Latar Belakang Sebelum Islam datang, situasi kota Yatsrib sangat tidak menentu karena tidak mempunyai pemimpin yang berdaulat secara penuh. Hukum dan pemerintahan di kota ini tidak pernah berdiri dengan tegak dan masyarakat senantisa hidup dalam ketidakpastian. Oleh karena itu, beberapa kelompok penduduk kota Yatsrib berinisiatif menemui nabi Muhammad Saw yang terkenal dengan sifat al-amin (terpercaya) untuk memintanya agar menjadi pemimpin mereka. Mereka juga berjanji akan selalu menjaga keselamatan diri nabi dan para pengikutnya serta ikut memelihara dan mengembangkan ajaran Islam. Atas dasar pertemuan dan setelah mendapat perintah Allah Swt, Nabi Muhammad Saw berhijrah dari kota Makkah ke Kota Yatsrib. Sesuai perjanjian, di kota yang subur ini Rasulullah Saw disambut dengan hangat serta diangkat sebagai pemimpin penduduk kota Yatsrib. Sejak saat itu Yatsrib berubah nama menjadi kota Madinah. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat (mu’amalah) banyak turun

Lembaga Keuangan Syariah (KEI, 18 Sept 2015)

Assalamu'alaikum, selamat sore sahabat KSEI ! :) bagi teman-teman yang kemarin belum sempat hadir dalam acara KEI, jangan khawatir. Ini dia sedikit rangkuman KEI minggu kemarin mengenai Lembaga Keuangan Syariah dengan pembicara Pak Agung Yulianto, S.Pd, M.Si... Yuuk disimak... Salah satu fungsi berdirinya lembaga keuangan syariah yaitu fungsi sosial, yaitu memberi kesejahteraan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Denda dalam lembaga keuangan syariah, tidak boleh diakui sebagai pendapatan, tetapi diakui sebagai dana kebajikan. Untuk memastikan dana kebajikan pada lembaga keuangan syariah berputar, dibutuhkan seorang auditor. Dalam pasar modal, yang diatur menurut prinsip syariah yaitu bentuk produknya. Contoh: saham syariah. Lembaga keuangan syariah harus menghindari unsur haram, maysir (ketidakpastian), gharar (tipu), dan riba. Salah satu kelemahan lembaga keuangan syariah yaitu kurangnya sumber daya manusia yang paham mengenai keuangan syariah. Karakteristik lemba

Pertumbuhan KPR Syariah Masih Positif

Pertumbuhan pembiayaan rumah bank dari bank syariah (KPR iB) masih positif di tengah perlambatan ekonomi. Pemilihan segmen dan kehati-hatian berperan penting mendukung bisnis di tengah kondisi saat ini. Sekretaris Perusahaan Bank Panin Syariah Ahmad Fathoni mengatakan, sejauh ini kondisi ekonomi tidak banyak berpengaruh pada produk KPRPas. Sebab, fokus pembiayaan rumah Bank Panin Syariah menyasar segmen menengah dengan harga rumah antara Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. ''Di segmen itu ada yang merupakan rumah pertama, untuk kebutuhan tempat tinggal yang tidak bisa ditunda,'' ungkap Fathoni, Kamis (1/10). Sejak produk KPRPas diluncurkan pada Juni 2015 hingga September ini, Bank Panin Syariah sudah menyalurkan pembiayaan Rp 43 miliar. Tipe rumah 45 sampai tipe 70 tetap masih tinggi peminatnya. Itu juga yang jadi tipe fokus pembiayaan Bank Panin Syariah. Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, secara umum bisnis Griya i