Langsung ke konten utama

Stuba vs. Rihlah

Assalamu'alaikum teman2 semua, bagaimana kabarnya? :) kali ini admin mau posting cerita2 tentang Stuba dan Rihlah tahun ini :)

- Tahun ini, KSEI FE Unnes melakukan studi banding dengan Muamalat Institute, Jakarta pada 21 November 2015 lalu sedangkan untuk acara Rihlah diadakan di Kebun Durian, Watu Simbar, Semarang pada 13 Desember. Ini dia kendaraan yang kami pakai untuk Stuba dan Rihlah ...

   
hayoo menurut kamu lebih asik dan seru mana nih, naik bus ke Jakarta atau naik truk ke Watu Simbar??? :D

- Sampai di Jakarta, kami langsung ke Gedung Jakarta Design Center, karena gedung Muamalat Institute sedang diperbaiki. Di sana kami diberi sosialisasi mengenai perbedaan Perbankan Syariah dan Perbankan Konvensional.

  

- Nah, untuk Rihlah, sampai di sana kami diberi teka-teki untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya. Jadi, setiap kelompok diberi kertas berisikan deskripsi sebuah tanaman, kami diminta untuk mencari apa tanaman tersebut dan "selfie" dengan tanaman tersebut :)


- Setelah sosialisasi, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Bank Mandiri.. ini dia dua orang fungsionaris laki-laki yang berpose dibalik tembok bergambar pengantin, gimana..udah cocok belum nih? :D


- Kegiatan selanjutnya setelah menebak teka teki yaitu outbond dengan permainan "Tali Ukhuwah" dan "Satu Komando". Permainan Tali Ukhuwah yaitu permainan dengan cara satu kelompok diikat dengan sebuah tali kemudian bersama-sama mencari dan mengambil kertas di tanah yang berisikan nama dari anggota kelompoknya. Sedangkan Satu Komando yaitu permainan yang dipimpin oleh seorang peminpin kemudian pemimpin tersebut memerintahkan anggotanya untuk mengambil sedotan dengan warna yang sudah ditentukan dan dilakukan dengan mata tertutup..



- Perjalanan dari Museum Bank Mandiri dilanjutkan ke komplek Kota Tua untuk foto kenangan :)


-Setelah outbond, acaranya selanjutnya yaitu pentas seni dan sharing-sharing bersama lima MPO KSEI FE Unnes. Selain itu, ada penampilan yang menarik juga dari kakak-kakak Srikandi 2013 yang menampilkan beberapa lagu tentang kebersamaan dan pertemanan ;)

  

Nah itu dia cerita tentang Stuba dan Rihlah tahun 2015 ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi untuk Stuba dan Rihlah tahun depan! ;)

#KSEIFEUnnes2015SIAP!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang tidak ada larangan yang menyatakannya. Adapun argumen yang menentang pendekatan ini menyatakan bahwa ini tidak bisa diterapkan pada masyarakat   yang kehidupannya wajib berlandaskan pada wahyu

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan keuangan. Double entry   yang   ditulis   oleh   Pacioli,   telah   lama   dipraktekkan   dalam   pemerintahan Islam. Dari runtutan penjelasan di atas, jelaslah bahwa akuntansi d

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil