Langsung ke konten utama

Ini Dia, Para Juara PENA KSEI 2015

Assalamu’alaikum, sahabat KSEI ! Bagaimana kabarnya? Ada kabar gembira nih, Sabtu kemarin, tanggal 12 Desember 2015 telah berlangsung presentasi top ten finalis PENA KSEI 2015 di gedung C3... Siapa aja yaa finalis dan juaranya??? Yuuk disimaak :)

Finalis pertama, Endang Purwaningsih dengan judul essay  ““Masjid Agung Demak”, Akselerasi Destinasi Wisata Berbasis Syariah di Indonesia sebagai Upaya Mengoptimalkan Devisa Negara”.

Finalis kedua, Suci Eza Maulina dengan judul essay “Implementasi Al-Hisbah Sebagai Lembaga Pengawas Produk Halal di Pasar”.


Finalis ketiga, Anisa Fitri dengan judul essay “Upaya Pengembangan  Wisata Berbasis Syariah Melalui Wisata Pesantren”.

Finalis keempat, Alfinatun Nazula dengan judul essay “Destination Plotting Map: Strategi Pengembangan Pariwisata Syariah Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dengan Sinergi Penthahelic Coordinating”.

Finalis kelima, Wiji Astuti, dengan judul essay “Menghadapi Persaingan MEA di Sektor Pariwisata Melalui Pengembangan Potensi Kota Bandung sebagai Destinasi Wisata Syariah”.

Finalis keenam, Ni’ma Ulul Mustafidah, dengan judul essay “Optimalisasi Kekayaan Kuliner Lokal melalui Indonesian Halal Food Tourism untuk Pengembangan Wisata Syariah Indonesia”.

Finalis ketujuh, Adhitiya Faradila, dengan judul essay “Optimalisasi Produk Kuliner Halal Nusantara Melalui Bus (Bisnis Unggul Syariah) sebagai Peluang Bangsa Indonesia Dalam Menghadapi MEA 2015”.


Finalis kedelapan, Umi Thoifah Amalia, dengan judul essay “Sinergitas One Village One Product and Zakat Community Development sebagai Optimasilasi Pariwisata Syariah Berbasis Kearifan Lokal”


Finalis kesembilan, Agustiya Nur Pratama dengan judul essay ”Infak Ticketing: Sistem Kombinasi  Ticketing Payment dan Infak dalam Upaya Pembangunan Infrastruktur serta Kenyamanan Tempat Wisata Syariah Demi Mensukseskan Program Wonderfull Indonesia”.


Finalis kesepuluh, Dian Rizqiani, dengan judul essay “Crezo (Creative Islamic Zone) sebagai Sarana Penanaman Aqidah pada Anak melalui Wahana Permainan Edukatif”.

Juri dari lomba ini yaitu Bapak Hasan Mukhibad, S.E, M.Si, Mas Slamet (Alumni KSEI Unnes), dan Mas Ubaid (Alumni KSEI Undip).

Daaaan ini diaa Juaranyaaa!!! Selamat2!!! ;)
Juara 1: Umi Thoifah Amalia
Juara 2: Agustiya Nur Pratama
Juara 3: Ni’ma Ulul Mustafidah







Selamat kepada sang juara semoga kemenangan ini bisa meningkatkan prestasi dan semangat kalian untuk terus berkarya, dan tetap semangat dan terus belajar bagi yang belum juara :)


Semoga bermanfaat! ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang tidak ada larangan yang menyatakannya. Adapun argumen yang menentang pendekatan ini menyatakan bahwa ini tidak bisa diterapkan pada masyarakat   yang kehidupannya wajib berlandaskan pada wahyu

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan keuangan. Double entry   yang   ditulis   oleh   Pacioli,   telah   lama   dipraktekkan   dalam   pemerintahan Islam. Dari runtutan penjelasan di atas, jelaslah bahwa akuntansi d

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil