Langsung ke konten utama

GRATION (Great Islamic Economic Poster Competition)


✨ [ KSEI FE UNNES Proudly Present ] ✨

*GRATION ( Great Islamic Economic Poster Competition )* 


*Asalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh*


Hallo Sobat Kreatif di seluruh Indonesia. Bagi kamu yang imajinatif , kreatif dan tentunya suka membuat poster boleh banget nih.

Yuk ikutan lomba poster

dengan tema *" Membangun Kreativitas Generasi Muda Dalam Berdakwah "*

Sub tema

1. Industri Halal dengan Optimalisasi ZISWAF

2. Bisnis Berkah Berprinsip Syariah

3. ZISWAF : Alternatif Jaring Pengaman Sosial Saat Pandemi


📝 *Ketentuan Pendaftaran*

1. Peserta wajib mengikuti 2 sosial media KSEI FE UNNES (Instagram dan Youtube)

2. Peserta melakukan pendaftaran melalui link http://Bit.ly/PendaftaranGRATION2020

3. Karya dikirim dengan format JPG/JPEG dan PDF disertai caption atau keterangan (min. 1 paragraf atau 150 kata) dari poster tersebut dengan nama file Nama_Judul Karya_Asal Universitas.

4. File dikirimkan melalui email kseifeunnes02@gmail.com

5. Melakukan konfirmasi kepada panitia melalui WhatsApp ke nomor 0896 1460 4001 (Eva) dengan format Nama Lengkap_Judul Karya_Asal Universitas.

6. Batas akhir pengiriman 9 Oktober 2020.


🗒️ *Persyaratan Peserta*

1. Peserta merupakan mahasiswa aktif jenjang D3/S1 dibuktikan dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

2. Peserta merupakan perseorangan bukan kelompok

3. Tiap peserta dibolehkan mengirimkan maksimal 2 karya.


🏆 *Hadiah*

🥇Juara 1 : Uang Rp 300.000 + E-sertifikat

🥈Juara 2 : Uang Rp 250.000 + E-sertifikat

🥉Juara 3 : Uang Rp 200.000 + E-sertifikat

🏅Juara Favorit : Uang Rp 150.000 + E-sertifikat

*Seluruh peserta mendapatkan E-sertifikat


🔗 *Link Booklet*

http://Bit.ly/BookletGRATION


📆 *Jangan lupa catat tanggalnya*


📌 28 Agustus - 9 Oktober 2020

Pendaftaran dan Pengumpulan Karya


📌 10 Oktober - 16 Oktober 2020

Penilaian Karya


📌 17 Oktober 2020

Pengumuman 10 Karya Terbaik


📌 24 Oktober 2020

Penentuan Juara Favorit


📌 25 Oktober 2020

Pengumuman Juara


*FREE HTM*


–––––––––––––––––––––––––

☎️ *More Info*

087854627427 ( Triska )

083169139184 ( Cuci )

–––––––––––––––––––––––––


#KSEIFEUNNES2020

#KSEI_Prestise

#EkonomRabbaniBisa

#LombaPoster

#GRATION

#EkonomKreatif

#UkhuwahDakwahIslamiah

#GerakBersama

#BerdayaBersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang tidak ada larangan yang menyatakannya. Adapun argumen yang menentang pendekatan ini menyatakan bahwa ini tidak bisa diterapkan pada masyarakat   yang kehidupannya wajib berlandaskan pada wahyu

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan keuangan. Double entry   yang   ditulis   oleh   Pacioli,   telah   lama   dipraktekkan   dalam   pemerintahan Islam. Dari runtutan penjelasan di atas, jelaslah bahwa akuntansi d

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil