Langsung ke konten utama

Olimpiade Ekonomi Syariah 2015


Dalam rangka melakukan sosialisasi mengenai ekonomi syariah pada tingkat sekolah menengah, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Olimpiade Ekonomi Syariah Tingkat Sekolah Menengah se Jawa Tengah. Kegiatan ini  juga termasuk dalam agenda Dies Natalies Universitas Negeri Semarang ke 50 atau Lustrum X. Olimpiade Ekonomi Syariah ini telah dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2015 lalu di gedung C7 lantai 3.

Olimpiade Ekonomi Syariah ini diikuti oleh 20 tim dari SMA/SMK/MA/MAK se-Jateng. Setiap tim terdiri dari 3 orang dan harus melewati tahap demi tahap perlombaan agar menjadi pemenangnya. Ada tiga babak dalam perlombaan ini, babak yang pertama yaitu penyisihan, dilanjutkan dengan babak semi final yaitu studi kasus, dan diakhiri dengan final yaitu Lomba Cerdas Cermat.

Pada tahap final ada 5 tim yang terdiri dari Kendal, Jepara, Blora, Purwokerto dan Batang. Juara III dari lomba ini diraih oleh peserta dari SMK 02 Blora dengan skor 650, juara II dari SMKN 03 Jepara dengan skor 850 dan dengan skor 1000 peserta dari SMA IT Al-Irsyad Purwokerto. Masing-masing tim juara mendapatkan piala rektor dan uang tunai Rp 2.000.000, Rp 3.000.000, dan Rp 5.000.000 untuk juara III, II, dan I.

Dalam acara Grand Opening Dinamika Ekonomi Terpadu (DET) ke-9 FE Unnes, Dekan FE Unnes, Bapak Wahyono, M.M mengatakan bahwa olimpiade ini akan menjadi acara tahunan yang diadakan oleh FE.


KSEI sebagai organisasi dakwah ekonomi syariah kampus diamanahi sebagai panitia dalam acara tersebut. Hal itu merupakan kebanggan tersendiri untuk KSEI FE Unnes. Semoga dalam olimpiade tahun depan KSEI bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi dan selamat untuk para pemenang, Barakallah :)

Komentar

Aji Prayoga YS mengatakan…
Mantaaapp dari Purwokerto... :D
KSEI_Unnes mengatakan…
ciee yang sama-sama dari Purwokerto :D

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...