Langsung ke konten utama

Pelantikan dan Raker KSEI FE UNNES 2015


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah memberi kenikmatan berupa nikmat iman, sehat dan kesempatan sehingga pada pagi sampai siang hari kemarin (7/3) KSEI FE Unnes 2015 dapat melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Fungsionaris KSEI FE Unnes 2015 dengan lancar. Raker kali ini mengusung tema “Inovasi Dakwah Ekonomi Syariah” yang selaras dengan harapan Unnes di tahun 2015 yaitu sebagai tahun inovasi.

Pelantikan kali ini dilantik oleh Drs. Bambang Prishardoyo,M.Si selaku Pembantu Dekan III. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa beliau sangat bangga dengan KSEI FE Unnes karena KSEI FE Unnes melahirkan seseorang yang tidak hanya paham mengenai ekonomi syraiah tetapi juga berjiwa juara seperti Raeni dan Cahyaning Budi Utami selaku alumni KSEI yang berprestasi. Beliau juga berharap adanya proposal karya ilmiah yang ditulis oleh fungsionaris KSEI yang lolos PIMNAS. Beliau juga berpesan agar para fungsionaris menggelorakan pengetahuan umum dan tidak hanya fokus terhadap pengetahuan mengenai ekonomi syariah saja agar para fungsionaris bisa berprestasi di berbagai tempat sehingga bisa membawa nama baik KSEI.

Setelah pelantikan, acara selanjutnya yaitu pemaparan program kerja masing-masing departemen yang dimulai dari DM (Daily Manager), PR Biro (Public Relation Biro), EnR (Education and Research Department), HRD (Human Resources Department) hingga FnB (Financial and Business Department). Adapun susunan Daily Manager KSEI FE Unnes 2015 yaitu Agustiya Nur Pratama sebagai presiden, Achmad Mabruri sebagai wakil presiden, Nur’aini Diah Sari sebagai sekretaris umum I, Dewi Linda sebagai sekretaris umum II, Indah Arum Sari sebagai bendahara umum I dan Ni’ma Ulul M sebagai bandahara umum II.

Semoga fungsionaris KSEI FE Unnes 2015 dapat melaksanakan amanah yang telah diembannya dengan baik dan penuh tanggung jawab, serta kegiatan-kegiatan KSEI FE Unnes 2015 yang akan datang berjalan dengan lancar, diridhai, bernilai ibadah, dan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Ekonom Rabbani, Bisa !!!

KSEI FE Unnes 2015, Siap !!!

Komentar

Agustiya Nur Pratama mengatakan…
Haha temanya INOVASI DAKWAH EKONOMI SYARIAH :D
KSEI_Unnes mengatakan…
oh iya dakwahnya ketinggalan :D

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang tidak ada larangan yang menyatakannya. Adapun argumen yang menentang pendekatan ini menyatakan bahwa ini tidak bisa diterapkan pada masyarakat   yang kehidupannya wajib berlandaskan pada wahyu

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan keuangan. Double entry   yang   ditulis   oleh   Pacioli,   telah   lama   dipraktekkan   dalam   pemerintahan Islam. Dari runtutan penjelasan di atas, jelaslah bahwa akuntansi d

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:             “meningkatkan, memperbesar, menambah, tambahan terlarang, menghasil