Langsung ke konten utama

Tabligh Akbar dan KSEI Goes to School 2015

Assalamu’alaikum teman-teman semuaaa!!! Bagaimana kabarnya? Maafkan admin yang telat memposting kegiatan TA dan KGS 2015 :’) Kira-kira kegiatan TA dan KGS kemarin seperti apa ya? Yuk disimak :)

Seperti kegiatan SRA, Tabligh Akbar (TA) dan juga KSEI Goes to School (KGS) erupakan acara tahunan yang diselenggarakan KSEI FE Unnes yang tergabung dalam kegiatan SECMENT (Sharia Economic Moment).

Tabligh Akbar dilaksanakan pada 23 Oktober 2015 di Dusun Muntal, Desa Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan Pawai Obor yang diiringi dengan Marching Band pukul 19.00 WIB yang dimainkan oleh anak-anak MI dan dusun sekitar. Acara Pawai Obor dan Marching Band berakhir pada pukul 20.00 dan dilanjutkan dengan Pengajian.

Tujuan pengajian tersebut yakni untuk mensyiarkan ekonomi Islam bagi warga Dusun Muntal sekaligus memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1437 H yang jatuh pada tanggal 14 Oktober 2015. Pengajian tersebut berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.

Kegiatan tersebut berlangsung sangat ramai terutama ketika Pawai Obor dengan iring-iringan Marching Band.

Sedangkan KSEI Goes to School (KGS) tahun 2015 ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Semarang. Kegiatan tersebut belangsung tanggal 25 Oktober 2015 pukul 08.00—12.00. Alhamdulillah, untuk kegiatan KGS ini kami disponsori dan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

KGS 2015 ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan anggota Rohis SMA N 5 Semarang. Tujuan kegiatan ini yaitu mensyiarkan ekonomi Islam dalam bidang Etika Bisnis Islam. Selain itu, ada juga sosialisasi dari OJK yang bertujuan untuk mengenalkan instansi OJK kepada siswa-siswi SMA N 5 Semarang. Kegiatan ini berlangsung ramai karena antusiasme para siswa yang tinggi.


Semoga kegiatan TA dan KGS 2015 bermanfaat dan membawa berkah yaa teman-teman!! Aamiin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...