Langsung ke konten utama

PELANTIKAN & RAPAT KERJA KSEI FE UNNES 2017

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah memberi kenikmatan berupa nikmat iman, sehat dan kesempatan sehingga pada Sabtu pagi sampai siang hari (4/3) KSEI FE Unnes 2017 dapat melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Fungsionaris KSEI FE Unnes 2017 dengan lancar. Raker kali ini mengusung tema “Sinergikan Kreatifitas Wujudkan Prestasi di Tahun Reputasi Bersama KSEI Prima” yang selaras dengan harapan Unnes di tahun 2017 yaitu sebagai reputasi.

Pelantikan kali ini dilantik oleh Drs. Kusmuriyanto ,M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Kemmahasiswaan FE 2017. Acara ini juga dihadiri oleh MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi), alumni KSEI FE Unnes, erta tamu undangan dari LK-BSO FE Unnes.

Dalam sambutannya selepas dilantik, Ketua KSEI FE UNNES 2017 saudara M. Khusnul Arrosid menyampaikan pentingnya untuk selalu menjaga ukhuwah,  senantiasa mengimplementasikan ekonomi islam dalam kehidupan sehari–hari dan tidak lupa untuk menyebarkannya melalui dakwah,  sesuai dengan visi misi Fossei, yang insyaalloh akan membawa KSEI FE UNNES lebih PRIMA (PRestatif, Integratif, Madani, Aktif) lagi.
Setelah pelantikan, acara selanjutnya yaitu pemaparan program kerja masing-masing departemen yang dimulai dari DM (Daily Manager), PR Biro (Public Relation Biro), EnR (Education and Research Department), HRD (Human Resources Department) hingga FnB (Financial and Business Department). Adapun susunan Daily Manager KSEI FE Unnes 2015 yaitu M. Khusnul Arrosid sebagai presiden, Ahmad Bukhori sebagai wakil presiden, Muslikhaturohmah sebagai sekretaris umum I, Riza Umami sebagai sekretaris umum II, Anggita Oktaviana sebagai bendahara umum I dan Reni Oktaliana sebagai bandahara umum II.

Semoga fungsionaris KSEI FE Unnes 2017 dapat melaksanakan amanah yang telah diembannya dengan baik dan penuh tanggung jawab, serta kegiatan-kegiatan KSEI FE Unnes 2015 yang akan datang berjalan dengan lancar, diridhai, bernilai ibadah, dan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Ekonom Rabbani, Bisa !!!

KSEI FE Unnes 2017, Prima !!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang...

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:      ...