Langsung ke konten utama

Social Responsibility in Action (SRA) KSEI FE Unnes 2015


Assalamu’alaikum sahabat KSEI, kali ini admin akan menginformasikan salah satu kegiatan KSEI FE Unnes 2015. Kira-kira apa yaaa? Yuk disimak :)

Sharia Economic Moment atau yang disingkat dengan SECMENT merupakan kegiatan terbesar yang dimiliki KSEI FE Unnes. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ini merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari tiga acara yaitu SRA (Sharia Responsibility in Action), KGS (KSEI Goes to School), dan TA (Tabligh Akbar). Tahun ini merupakan tahun ke-8 pelaksanaan SECMENT.

Alhamdulillah, untuk kegiatan Social Responsibility in Action (SRA) telah dilaksanakan dengan lancar pada Minggu, (11/10). Apa sih SRA ituuu?? Jadiii, SRA merupakan kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh KSEI FE Unnes. Kegiatan ini nggak cuma sekadar pemberian sumbangan/santunan aja loh, tetapi ada juga pemberian motivasi dan perlombaan.

Kegiatan SRA kali ini dilaksanakan di Desa Ngijo, tepatnya di Panti Asuhan Riyadlus Sholihin Al Islamy. Macam-macam kegiatannya yaitu pemberian motivasi oleh Presiden KSEI FE Unnes 2013, Mas Fuqon dan Manager of HRD 2015, Mbak Sari. Sesuai dengan nama kegiatannya, pemberian motivasi ini bertujuan untuk memotivasi adik-adik Riyadlus Sholihin Al Islamy agar selalu rajin belajar.  Selain itu, KSEI FE Unnes juga mengadakan perlombaan rangking 1 dan pemberian santunan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 124 anak.

Nah, itu baru satu dari tiga rangkaian kegiatan SECMENT ke-8. Semoga SRA kali ini memberikan banyak manfaat dan memotivasi sahabat dan juga fungsionaris KSEI untuk selalu berbagi kebahagiaan yaaa :)


Nantikan cerita kegiatan SECMENT 8 lainnya yaaa !!! ;)

Komentar

Unknown mengatakan…
wah seru yaa kegiatannya, semoga tahun depan bisa ikut :)
KSEI_Unnes mengatakan…
iyaa ditunggu kehadirannya di KSEI FE Unnes :) semester 1 ya Kak Neni Uciati? :)

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...