Langsung ke konten utama

Barakallah KSEI FE Unnes

Alhamdulillah, KSEI FE Unnes memasuki usia ke 13 tahun disaat usia Fakultas Ekonomi berusia sembilan tahun. Kok bisa ya? Jadi dahulu itu KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) lahir tahun 2002 dari organisasi EKSIS (Ekonom Syiar Islam) di Jurusan Ekonomi FIS Universitas Negeri Semarang. Seiring dengan berjalannya waktu, terbentuklah KSEI yang merupakan BSO (Badan Semi Otonomi) Fakultas Ekonomi dan menjadi organisasi mandiri (tidak lagi berada di bawah naungan EKSIS). 

Peringatan hari lahir KSEI yang jatuh pada tanggal 2 Mei ini dilaksanakan hari Ahad, tanggal 10 Mei kemarin di taman depan perpus pusat Universitas Negeri Semarang. Acara ini merupakan acara rutin tahunan sebagai salah satu bentuk syukur dan juga evaluasi. Acara ini dihadiri oleh fungsionaris, alumni, dan MPO KSEI FE Unnes.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan dalam peringatan Milad tahun ini diantaranya yaitu pemotongan nasi tumpeng oleh Presiden KSEI FE Unnes, Agustiya Nur Pratama yang kemudian diserahkan kepada Bapak Hasan Mukhibad, selaku Pembimbing KSEI FE Unnes 2015 dan dilanjutkan pelepasan balon udara dan kertas harapan untuk KSEI di usia ke 13 tahun ini.

Milad tahun ini juga mendatangkan Achmad Furqon, Presiden KSEI FE Unnes 2013 sebagai motivator. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai games untuk fungsionaris, alumni, maupun MPO dan ditutup dengan santap siang serta foto bersama.

Semoga KSEI semakin maju, profesional, dan menjadi organisasi dakwah ekonomi syariah yang mampu membawa perubahan kecil bagi dunia kampus maupun lingkungan sekitar. Barakallah KSEI FE Unnes :)

Ini dia momen-momen yang sempat dibekukan oleh lensa kamera KSEI :)













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...