Langsung ke konten utama

KAPRA (Kajian Pra sosialisasi SOP) Online


KAPRA (Kajian Pra sosialisasi SOP) Online
Tema “Memperkuat Syariat dan akidah islamiyah sebagai pondasi kehidupan”
Pemateri : M. Khusnul Arrosid (Ketua Ksei fe unnes 2017)

Pokok pembahasan : Akidah, Syariat, dan implementasi dari akidah dan syariat
Isi materi :
Akidah merupakan suatu perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hatikita dan hal tersebut menjadi keyakinan yang tidak bercampur dengan adanya keragu-raguan sedikitpun. Fitrahnya manusia yaitu meyakini kebenaran, meyakini bahwa kita diberika akal yang bisa digunakan untuk membedakan mana yang baik dan mana batil, serta dengan meyakini akan adanya Allah dan kuasaNya tanpa adanya keragu-raguan, dengan adanya akidah juga bisa membuat ketentraman jiwa kepada yang meyakininya, selain itu akidah juga dapat membuang jauh-jauh hal-hal yang bertentangan dengan ajaran islam.
Ruang Lingkup akidah yaitu akidah illahiyat, akidah Nubuwah, akidah ruhaniyah dan akidah sam’iyah.
a.       Akidah Illahiyah, yaitu akidah atau keyakinan yang membahas tentang segala sesutau yang  berhubungan langsung dengan Allah SWT. Dari segi sifat-sifat Allah, berupa sifat-sifat Allah, dsb.
b.      Akidah Nubuwah yaitu, akidah yang membahas tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kenabian, dari sifat-sifat rasul, kitab-kitab Allah.
c.       Akidah Ruhaniyah, yaitu akidah yang membahas tentang suatu hal yang berhubungan dengan segala sesuatu dalam bentuk alam  meta fisik, seperti percaya akan adanya malaikat, percaya akan adanya jin, dsb.
d.      Akidah Sam’iyah, yaitu segala sesuatu yang bisa diketahui lewat Sam’i yaitu meliputi dalil Naqli yang berkaitan dengan Al-Quran dan as-sunnah.

Syariat atau hukum islam, menurut – yaitu segala tuntunan yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia baik dalam bidang dalam bidang akidah, amaliyah, dan akhlak. Sumber syariat ini sendiri yaitu dari teks dalam Al-Qur’an, Hadist nabi, ijma dan juga qiyas.
Bisa kita perhatikan tentang hadist nabi bukan hanya berupa ucapan, namun juga bisa berupa perbuatan dan juga Taqrir (sesuatu yang dilakukan dihadapan Nabi dan Nabi pun mendiamkannya- atau tidak berkomentar apapun).
Tujuan dari syariat atau maqashid syariah, berupa memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta. Memelihara agama contohnya yaitu melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan sholat jamak qashar bagi orang yang sedang bepergian; memelihara jiwa contohnya memenuhi kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup; memelihara akal contohnya diharamkan minum minumankeras (Khamr), dianjurkan untuk semua orang menuntut ilmu; memelihara keturunan contohnya yaitu disyariatkan untukmenikah (bagi yang sudah memenuhi syarat) dan melarang zina; memelihara harta contohnya adanya larangan mengambil harta orang lain dengan cara tidak sah/ dengan cara yang tidak berkah (mencuri).
Hikmah adanya hukum islam sendiri yaitu setiap perbuatan yang kita lakukan memiliki dasar hingga kita tidak salah dalam mengerjakan sesuatu. Kita juga mendapatkan syafaat Rasulullah karena mengerjakan kesunnahannya.
Implementasi dari adanya akidah dan juga syariat sendiri bisa kita lihat salah satunya dalam berorganisasi, yaitu dengan mematuhi aturan yang ada di organisasi, bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan, juga saling membantu sesama anggota.
Dalam suatu bacaan Buku jalan hakikat, rasa kokoh iman bisa didapatkan manusia dengan:
1.      Yakin kepada Allah, bukan pada diri sendiri
2.      Puas dan cukup kepada Allah bukan pada makhlukNya
3.      Husnudzon kepada Allah
4.      Ridha dan syukur terhadap takdir Allah
5.      Mencintai Allah dan mencintai yang dicintaiNya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:      ...

Rancang Bangun Ekonomi Islam

Rancang Bangun Ekonomi Islam Dalam   pembahasan   ekonomi   Islam,   terlebih   dahulu   akan   dibahas mengenai rancang bangun ekonomi Islam. Rancang bangun ekonomi Islam terdiri atas landasan, tiang dan atap. Dengan mengetahui rancang bangun ini, diharapkan akan dapat memahami lebih lanjut tentang ekonomi Islam itu sendiri. Tauhid (Keesaan Tuhan) Esensi paling dasar dari fondasi ajaran Islam adalah Tauhid (keesaan tuhan). Bertauhid artinya, meniadakan semua elemen, zat yang patut disembah kecuali Allah (QS 2:107, 5:17,120, 24:33). Karena Allah adalah Maha Pencipta alam semesta (QS 6:1-3) sekaligus pemilik dan pemeliharanya. Allahlah yang memiliki segala sesuatu. Kepemilikan yang dikuasai manusia sekedar amanah dari Allah, yang diberikan sebagai batu ujian bagi manusia. Segala sesuatu yang ada tidaklah diciptakan Allah dengan sia-sia, melainkan ada tujuannya (QS 23:115). Manusia diciptakan Allah untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya (QS ...