Langsung ke konten utama

Islam the Way of Life

Islam the Way of Life
Hari, tanggal: Kamis, 12 Maret 2020
Pembicara : Mas Triyanto



Materi
Konsekuensi logis dari nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt adalah:
  • Setiap nikmat yang diberikan Allah Swt akan selalu ditanyakan nantinya terutama mengenai nikmat harta.
  • Islam secara bahasa berarti damai sedangkan muslim secara bahasa berarti berserah diri.
  • Islam sudah ada saat masa Nabi Adam yang dinamai dengan kata islam pada saat masa Nabi Muhammad Saw.

Inti materi
Ketika kita mempercayai islam maka kita harus menganggap bahwa islam itu sempurna yang dapat dilihat dari 4 hal dibawah ini:
  • Islam sempurna secara zamani (waktu)

Ajaran islam dari dulu sampai sekarang tetap sama. Sumber hukum islam pun masih sama yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas.
  • Islam sempurna secara makkah (tempat)

Dimanapun islam berada, hukum dan ketentuannya tetap sama.
  • Islam sempurna secara insan (manusia)

Semua manusia di bumi pasti dianugerahi dengan hukum islam.
  • Islam sempurna secara manhaj (metode)

Semua hukum yang sudah diturunkan oleh islam pasti metodenya sama.

Dalam ekonomi ada istilah Maqashid Syariah, yang diantaranya terdiri dari
  • Din (agama)
  • Nafs (jiwa)
  • Aql (pikiran)
  • Nash (keturunan)
  • Mal (harta)

Sesi Tanya Jawab
Pertanyaan:
  • Dalam islam dilarang adanya riba, sedangkan di bank konvensional dan syariah memakai prinsip riba (bunga dan bagi hasil). Bagaimana dengan hal tersebut?

Jawaban:
  • Jika di bank konvensional, tidak ada akad-akad yang jelas sedangkan di bank syariah sudah ada akad-akad yang jelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang...

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:      ...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...