Langsung ke konten utama

EKONOMI KONVENSIONAL VS EKONOMI ISLAM


Ekonomi Konvensional vs Ekonomi Islam


Apa sih ekonomi itu ? 

Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari aktifitas dalam rangka memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas . Kebutuhan merupakan deret hitung sementara sumber daya merupakan deret ukur sehingga menimbulkan masalah yakni kelangkaan. Masalah lain dalam ekonomi yang sering terjadi adalah inflasi. Namun sebenarnya inflasi diperlukan dalam perekonomian karena inflasi yang terlalu rendah menyebabkan perekonomian lesu sementara inflasi yang terlalu tinggi menyebabkan daya beli turun.

Lalu bagaimana konsep ekonomi konvensional ?

Ekonomi konvensional sumbernya adalah bersumber dari akal manusia. Dalam ekonomi konvensional  motifnya yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya atau rasional materialism dan tidak ada nilai ibadah. Sementara landasan filosofinya yaitu utilitarian individualisme atau kepuasan dari masing-masing orang.  Sumber keputusan dalam ekonomi konvensional didasarkan dan dipengaruhi oleh pasar. 

Lalu apa itu ekonomi islam dan bagaimana konsep-konsepnya ?

Ekonomi Islam merupakan ekonomi yang berlandaskan syariat islam (Al Quran, hadist, ijtima dan qiyas) dengan tujuan falah. Falah dalam arti vertikal adalah hubungan dengan Allah SWT sementara dalam arti horizontal adalah hubungan sesama manusia. Landasan filosofi dalam ekonomi islam adalah falah, sementara paradigmanya adalah syariat islam. Motif dalam ekonomi islam adalah semata-mata ibadah kepada Allah SWT. Sehingga harta yang kita miliki harus diolah sedemikian rupa untuk kesejahteraan dan juga untuk ibadah. 

Persamaan ekonomi konvensional dan ekonomi islam yaitu sama-sama aktifitas untuk memenuhi kebutuhan sementara perbedaannya adalah terletak pada motif dan tujuannya. Kesimpulannya ekonomi islam lebih baik jika dibandingkan dengan ekonomi konvensional karena didalamnya tidak hanya aktifitas ekonomi saja namun sekaligus beribadah kepada Allah SWT. 




Notulensi Islamic Economic Class
Sabtu, 30 Maret 2019
Pembicara : Triyanto (Presiden KSEI FE UNNES 2016) 

Nb. untuk up date artikel ekonomi islam lainnya stay tune di blog ksei :)





Komentar

Sangat bermanfaat. Menambah ilmi👍
KSEI_Unnes mengatakan…
siiap kakak @dwinoor

Postingan populer dari blog ini

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH

PENDEKATAN DALAM MENGEMBANGKAN AKUNTANSI SYARIAH Pendekatan Induktif Berbasis Akuntansi Kontemporer Pendekatan   ini   biasa   disingkat   dengan   pendekatan      induktif,      yang dipelopori   oleh   AAOIFI   (Accounting   and   Auditing   Organization   for   Islamic Financial Institution). Pendekatan ini menggunakan tujuan akuntansi keuangan Barat yang sesuai dengan organisasi bisnis Islam dan mengeluarkan bagian yang bertentangan dengan ketentuan syariah. Argumen yang mendukung pendekatan ini menyatakan bahwa pendekatan ini dapat diterapkan dan relevan dengan intitusi yang   memerlukannya.   Selain   itu,   pendekatan   ini   sesuai   dengan   prinsip   ibaha (boleh)   yang   menyatakan   bahwa   segala   sesuatu   yang   terkait   dalam   bidang muamalah boleh dilakukan sepanjang...

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

Riba dalam Perspektif non-Muslim

                 Meskipun istilah riba disebut di dalam Al-Qur’an, namun istilah tersebut tidak terdapat penjelasan secara detail dalam praktik Rasulullah SAW. Hal ini didasarkan atas dua alasan. Pertama, bahwa ayat yang berkaitan dengan riba diturunkan pada akhir kehidupan Rasulullah SAW sehingga tidak banyak contoh kasus orang-orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang istilah tersebut. Kedua, riba merupakan istilah yang telah mapan dan terkenal pada saat pewahyuannya dan karena itu Rasulullah tidak merasa adanya kebutuhan akan penjelasan atau elaborasi lebih lanjut. Secara literal, riba merupakan istilah dalam bahasa Arab yang berarti kelebihan, tambahan. Kata kerja yang berkaitan dengan kata ini berarti; meningkatkan, melipatgandakan, melebihkan, mengambil lebih dari yang seharusnya, atau melakukan praktik peminjaman uang dengan tingkat bunga tinggi. Menurut Lane, istilah riba bermakna:      ...