Langsung ke konten utama

Olimpiade Ekonomi Syariah 2016



Majulah, hei ekonom Rabbani Bisa....
Mari sembuhkan Ekonomi Dunia.....!!!

     Ekonomi Islam menjadi sorotan utama negara-negara di dunia karena terbukti tahan terhadap krisis. Dewasa ini, pertumbuhannya pun semakin terlihat terutama di Indonesia. Terbukti dengan semakin maraknya institusi keuangan syariah, wisata syariah, produk syariah, dan hal lain yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan ummat. Oleh karenanya, pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan penyiapan Sumber Daya Manusia Islami sejak dini, yang salah satunya sejak duduk di Sekolah Menengah.


     Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang mencoba menangkap peluang tersebut dalam rangka membantu menyiapkan SDM Syariah yang kompeten, salah satunya melalui kompetisi. Olimpiade Ekonomi Syariah 2016, secara bangga diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Unnes, yang bekerjasama dengan KSEI FE Unnes sebagai co-organization bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/MAK dan sederajad se-Jawa Tengah dan DIY.

     OES 2016 InshaAllah diselenggarakan pada 28 April 2016. Masing-masing sekolah berhak untuk mengirim lebih dari 1 tim (@3 siswa). Pendaftaran paling lambat tanggal 21 April 2016 dengan mengisi formulir pendaftaran. Selanjutnya, melakukan pembayaran sebesar Rp 200.000,00/tim ditransfer ke Rek BRI Syariah 1029281188 an Nurdian Susilowati dan konfirmasi melalui SMS ke 085291129595.

     Fasilitas yang didapat peserta di antaranya: snack, makan siang, sertifikat, copy soal serta bagi guru pendamping akan mendapatkan free Seminar Nasional dan TOT Ekonomi Syariah dari BRI Syariah dan MES Jawa Tengah. Bagi tim yang meraih Juara I, II, dan III berhak membawa pulang Piala Rektor, sertifikat dan Uang Tunai masing-masing Rp 5.000.000, Rp 3.000.000, Rp 2.000.000. 


so, tunggu apalagi... daftarkan tim di Sekolahmu segera!!!!!


for further information:
Retno 085727588366
Yozi 081228270977

Khasan 085600227371


Silakan download:
TOR Olimpiade Ekonomi Syariah di sini
Formulir pendaftaran dapat didownload di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah IDB itu?

Assalamu’alaikum sahabat KSEI, bagaimana kabar sahabat semua? Malam ini kita akan belajar bareng tentang IDB. Apakah IDB itu? Let’s check this one out :) IDB adalah singkatan dari Islamic Development Bank , yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 (15 Syawal 1395 H) oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor pusatnya terletak di Jeddah, Arab Saudi. Sedangkan untuk kantor regionalnya telah dibuka di Rabat, Maroko (1994); Kuala Lumpur, Malaysia (1994); Almaty, Kazakhstan (1997); dan Dakar, Senegal (2008). IDB juga memiliki perwakilan di 12 negara yaitu Afghanistan, Azerbaijan, Bangladesh, Guinea Conakry, Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Sierra Leone, Sudan, Uzbekistan dan Yaman. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab, namun bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan dalam keseharian kerja. IDB menggunakan tahun Hijriah dalam Financial Year nya. Apakah fungsi dan tujuan IDB? Fungsi I...

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI

HUBUNGAN PERADABAN ISLAM DENGAN BUKU PACIOLI Sejak abad VIII, Bangsa Arab berlayar sepanjang pantai Arabi dan India, singgah di Italia dan menjual barang dagangan yang mewah yang tidak diproduksi oleh Eropa. Buku Pacioli di dasarkan pada tulisan Leonard of Piza, orang Eropa pertama yang menerjemahkan buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar mengenai bookkeeping. Bookkeeping sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali oleh para pedagang dan berasal dari Mesir.   Pada   akhir   abad   XV,   Eropa   mengalami   standstill   dan   tidak   dapat ditemukan adanya kemajuan yang berarti dalam metode akuntansi.              Istilah    Zornal    (sekarang   journal)    telah    lebih    dahulu    digunakan    oleh kekhalifahan Islam dengan Istilah Jaridah untuk buku catatan...

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM

PRAKTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN ISLAM Kewajiban zakat berdampak pada pendirian Baitulmal oleh Rasulullah, yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan zakat beserta pendapatan lain yang diterima negara. Pada masa pemerintahan Rasulullah memilik 42 pejabat yang digaji dan terspesialisasi dalam peran dan tugas tersendiri. Praktik akuntansi pada zaman Rasulullah baru berada pada tahap penyiapan personal yang menangani fungsi-fungsi lembaga keuangan negara. Pada masa tersebut, harta kekayaan yang diperoleh negara langsung didistribusikan setelah harta tersebut diperoleh. Dengan demikian, tidak terlalu diperlukan pelaporan atas penerimaan dan pengeluarannya. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, penerimaan negara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kekayaan negara yang disimpan juga semakin besar. Para sahabat merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara. Kemudian, Khalifah Umar bin Khattab mendirikan unit khusus bernama Diwan ya...